PAPAN TAKDIR

Dari kosong di berikan cerita tentang perjalanan hidup orang-orang suci. Berawal dari lingkup keluarga hingga di jamu secara khusus oleh pendakwah-pendakwah kitab suci. 

Yang seharus nya hanya tau satu Tuhan dari orang tua,kini menambah beberapa Tuhan dari cerita para pendakwah. Harusnya kami jangan di jejali cerita asumsi pribadi,harusnya kami tak perlu di beri tafsir-tafsir yang bukan dari nabi.

Semakin dewasa malah tak tentu arah keyakinan,karena banyak nya kepentingan suatu golongan yang membuat kami kehilangan jati diri. Bukan nya semakin matang tetapi malah menjadi melayang kan angan dalam berkeyakinan.

Harus nya kami tak banyak tau,dan nggak perlu di beri tau. Biarkan kami memanjatkan doa kepada Tuhan yang satu. Jika seperti ini malah seakan-akan Tuhan tak ada lagi. Lalu kami bermunajat kepada siapa? 

Ruang hiburan sudah di racuni berita-berita tafsir-tafsir orang jaman sekarang. Yang lama-lama menggiring kita untuk tak lagi berketuhanan,karena di jaman ini tehnologi semakin canggih dan oknum-oknum berkedok keyakinan mulai menjajah.

Waktu sakral pun lenyap karena misi para oknum tersebut adalah menghilangkan keberadaan Tuhan dalam hati dan pikiran manusia. Mencampur beberapa keyakinan agar membuat keraguan dan kecemasan kr dalam hati dan pikiran manusia bahwa Tuhan yang manusia yakini tak pernah ada,buktinya semua doa membias tanpa perwujudan nyata.

Para oknum keyakinan ini bergerak mengikuti perkembangan jaman dan tehnologi,jadi berhati-hati lah kita semua dalam mengkonsumsi sebuah hiburan. Yang kita dapatkan dari pertama lahir adalah yang sudah di tentukan oleh Tuhan,tak usah meragukan hal itu lalu kita cukup menjalani nya dengan bahagia dan ikhlas.

Tak perlu banyak tau tentang perihal Tuhan dan keyakinan,cukup kita amalkan yang sudah di takdirkan dari lahir untuk kita jalani sesuai syariat yang Rasulullah sabda kan. Saat ini banyak cara para oknum untuk menerobos benteng keyakinan manusia,menjajah manusia dari dalam dirinya sendiri tanpa di sadari tiba-tiba meragukan semua yang pernah di yakini dari bayi.

Mari belajar menerima bahwa hal baik bagi kita kadang belum tentu baik bagi Tuhan,akan tetapi sebalik nya yang kadang tidak baik untuk kita,malah itu pilihan Tuhan yang terbaik untuk di jalani. Pandailah bersyukur dengan apa yang hadir dan sudah ada saat ini,dengan begitu maka kita meminimalisir suatu kejadian di luar kendali kita sebagai manusia.

eng
bogor 06.57

Komentar

Postingan Populer